Sebagai contoh orang-orang umumnya memahami bahwa kandungan zat-zat aditif rokok oleh pabrik yang berbahaya. Padahal nyatanya justru zat kimia yang dihasilkan ketika rokok itu dibakar adalah yang paling berbahaya.
Baca juga: Cerita Bupati Kulonprogo Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok di Daerahnya
Pemahaman keliru lain yang ditemukan dalam survei adalah orang-orang berpikir bahwa filter dapat melindungi mereka dari dampak buruk asap rokok.
"Semua jenis rokok menghasilkan asap yang mengandung racun dan bahan kimia berbahaya... Zat aditif tidak mengubah sifat asap tembakau dan membuatnya jadi berbahaya, dari awal rokok itu sendiri sudah berbahaya," kata pemimpin studi dr Noel Brewer dari University of North Carolina seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/12/2016).
Secara rinci survei menemukan sekitar 61-72 persen orang dewasa berpikir bahwa racun rokok datang dari zat aditif yang dimasukkan oleh pabrik untuk menambah rasa produk. Sementara itu untuk remaja persepsinya hampir seimbang sekitar 43 persen yang berpikir bahwa racun rokok datang dari zat aditif.
Menurut peneliti mengapa ada kesalahpahaman ini salah satunya bisa karena beberapa produsen rokok suka menambahkan istilah seperti 'bebas zat aditif' atau 'natural' pada produk mereka. Deskripsi yang demikian akan membuat perokok terjebak dalam rasa aman semu karena berpikir telah memilih produk yang bebas bahan kimia tambahan.
Baca juga: Penelitian Sebut Tidak Ada Istilah 'Terlalu Tua untuk Berhenti Merokok'(fds/up)
0 Response to "Studi: Banyak Orang Belum Paham Apa yang Membuat Rokok Berbahaya"
Posting Komentar