Curahan Hati Para Pedagang Terompet di Tengah Isu Difteri

Jakarta, Menjelang perayaan Tahun Baru 2018, muncul kabar penularan difteri melalui terompet tahun baru. Pakar mengatakan secara teori penggunaan terompet bersama oleh pasien difteri memang bisa menularkan penyakit.

"Secara teori tiup terompet percikannya menempel di terompet. Kalau anak-anak kan menghirup terompetnya. Secara teori bisa menular," ujar dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Namun ia mengingatkan bahwa pencegahan utama agar tak tertular difteri adalah dengan melakukan imunisasi dan menjalankan gaya hidup sehat. Hal senada juga ditegaskan oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH.

Baca juga: Pesan Pedagang: Jualan Terompet Nggak Boleh Dicoba-coba Pakai Mulut!

"Sekarang itu jangan menyalahkan terompet, prinsipnya imunisasi saja lah kalau tidak mau tertular," ujar dr Jane, dihubungi terpisah.

Tak pelak, kabar soal penularan difteri ini membuat resah pedagang terompet. Salah seorang pedagang terompet bernama Abdul Rohman (29) mengaku paham bahwa meniup terompet dari mulut ke mulut dapat berpotensi menularkan penyakit.

Namun kenyataannya, banyak calon pembeli yang mengetes terompet dengan meniupnya dengan berbagai alasan, mulai dari kurang yakin hingga takut terompet tidak menghasilkan suara.

Baca juga: Dokter: Terompet Tahun Baru 'Secara Teori' Bisa Tularkan Difteri

Adanya kabar ini juga membuat omset penjualan pedagang terompet menurun dari tahun lalu. Tak sedikit pedagang yang mengaku belum balik modal meskipun sudah berjualan terompet sejak pekan lalu.

"Sampai hari ini untung juga belum kelihatan. Baru modal separo kepulangan sedikit. Modal semua Rp 3 juta. Baru dapat Rp 1,5 juta. Itu juga diputar lagi (untuk modal). Jadi untung belum terlalu kelihatan," ujar Jamhuri, salah satu pedagang terompet kaki lima di Pasar Asemka.

Soal keresahan pedagang tentang kabar penularan difteri bisa disimak di video berikut ini:

(mrs/up)

Related Posts :

0 Response to "Curahan Hati Para Pedagang Terompet di Tengah Isu Difteri"

Posting Komentar