Sang wanita tersebut bersama suami yang keduanya di usia 50-an sialnya sedang dalam perjalanan panjang 12 jam ke Eropa di ruangan tertutup kabin pesawat. Kebetulan bersama mereka adalah rombongan pramuka usia 14-17 tahun yang baru saja kembali dari Jambore Dunia Pramuka.
Baca juga: Kemudahan Akses Transportasi Berdampak pada Maraknya Penyakit Infeksi Dunia
Enam anak pramuka tersebut nantinya diketahui terdiagnosa penyakit meningococcal yang dikaitkan dengan aktivitas mereka di jambore.
"Sang wanita dan suaminya mengaku tidak pernah bersentuhan langsung atau berbicara dengan anak-anak pramuka ini. Tapi mereka memerhatikan bahwa satu anak di depannya terus batuk sepanjang perjalanan," tulis peneliti dalam laporan di IDWeek.
Ketika pasangan wanita dan suaminya sampai di Spanyol, beberapa hari kemudian mereka mengaku merasa lelah dan tenggorokannya sakit. Kondisi tersebut dibiarkan sampai mereka kembali ke Jepang di mana sang wanita mengalami demam tinggi yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Setelah menjalani tes, cairan di persendian sang wanita menunjukkan hasil positif utuk bakteri N. meningitidis. Sang suami juga diperika dengan hasil yang juga positif. Keduanya memiliki jenis N. meningitidis yang sama dengan anak-anak pramuka.
Beruntung dengan pengobatan antibiotik sang wanita dan suaminya bisa sembuh. Yushi Hachisu dari Institute of Public Health di Chiba mengatakan kasus infeksi meningococcal di pesawat sangat langka cuma ada tiga kasus.
Baca juga: Hindari Penularan Penyakit di Pesawat, Ini Tipsnya
(fds/up)
0 Response to "Wanita Jepang Terkena Infeksi Bakteri Langka Saat di Pesawat"
Posting Komentar