Seperti dikutip dari laman Indian Express, menurut sebuah studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Social Psychological and Personality Science, jaringan sosial dapat membantu memberikan perlindungan terhadap masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh ketegangan antar pasangan.
"Kami menemukan bahwa memiliki jaringan sosial yang memuaskan menyangga pasangan dari efek fisiologis yang berbahaya dari konflik perkawinan sehari-hari. Mempertahankan beberapa teman baik penting untuk mengatasi badai pernikahan," kata Lisa Neff, Associate Professor di University of Texas di Austin di AS
Baca juga: Percaya atau Tidak, Ini yang Dialami Tubuh Pasca Menikah
Penelitian tersebut meneliti 105 pasangan pengantin baru yang menyimpan catatan konflik perkawinan harian di lingkungan asalnya dan melengkapi kuesioner tentang jumlah, kualitas dan karakteristik hubungan mereka dengan teman dan keluarga.
Selain itu, pasangan yang berpartisipasi dalam penelitian ini mengumpulkan sampel air liur pagi dan sore hari untuk pengujian kortisol setiap hari selama enam hari. Kadar kortisol ini sebagai ukuran respons stres.
Para periset menemukan bahwa orang-orang yang melaporkan bahwa bahkan memiliki beberapa teman dekat atau anggota keluarga untuk diajak bicara di luar perkawinan mereka mengalami tingkat stres yang lebih rendah saat konflik perkawinan muncul. "Bahkan konflik sehari-hari membawa dampak pada orang secara fisiologis," kata Neff.
"Tapi kami menemukan bahwa hubungan antara konflik pernikahan dan tanggapan kortisol benar-benar lenyap saat orang bahagia dan puas dengan jaringan sosial mereka yang ada," Neff menambahkan.
Baca juga: Stres Siapkan Pernikahan? Ini Saran Psikolog Agar Tetap Bahagia Seperti Raisa(hrn/up)
0 Response to "Curhat dengan Teman Dekat Bisa Kurangi Stres Akibat Konflik Perkawinan"
Posting Komentar