dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre Denpasar menegaskan jangan sekali-kali memotong, mencabut atau menggunting kutil sendiri tanpa bantuan dokter. Hal ini bisa berujung pada pendarahan yang malah memunculkan risiko infeksi lanjutan.
Dijelaskan dr Darma ada beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi kutil kelamin. Pertama adalah terapi topikal yang menggunakan obat dalam bentuk cairan keras, salep atau krim dan dioleskan ke kutil.
Baca juga: Waspada, Kutil Kelamin yang Membesar Bisa Ganggu Kegiatan Bercinta Anda
"Cairan yang digunakan dapat dengan Trichloroacetic acid (TCA) yaitu asam kuat yang dapat merusak jaringan kutil. Obat topical lain dapat menggunakan tincture podophyllin yaitu cairan yang dapat dioleskan sendiri oleh pasien namun tetap perlu hati-hati dan dibilas setelah beberapa menit," tutur dr Darma kepada detikHealth, baru-baru ini.
"Selain itu dapat menggunakan 0,15–0,5 persen podophyllotoxin (podofilox) dalam bentuk cairan atau krim yang umumnya lebih aman dan lebih efektif dibanding podophyllin," tambahnya lagi.
dr Darma mengingatkan agar berhati-hati menggunakan obat topikal untuk mengatasi kutil kelamin. Rata-rata obat topikal yang digunakan merupakan cairan keras yang dapat merusak jaringan kulit normal jika tak diaplikasikan dengan tepat.
Selain obat topikal, metode pengobatan kutil lainnya adalah dengan operasi. Operasi yang dinamakan elektro surgery ini dilakukan untuk membakar dan merusak jaringan kutil di kulit agar tidak tumbuh kembali.
"Elektro surgery atau sering dikenal dengan istilah elektrocauter itu bedah listrik yang bertujuan membakar atau merusak kutil sehingga diharapkan tidak tumbuh kembali. Selain itu dapat dilakukan dengan bedah beku atau cryosurgery yaitu penggunaan nitrogen cair yang bertujuan membekukan jaringan tumor," urainya.
Baca juga: Ini Alasannya Menjaga Kebersihan Penting untuk Menghindari HPV(mrs/up)
0 Response to "Jangan Potong Sendiri, Ini Ragam Pengobatan Bagi Kutil Kelamin"
Posting Komentar