Yuk Kenali, Berbagai Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Nenek dan Kakek

Jakarta, Bertambahnya usia bisa memengaruhi kondisi fisik seseorang yang membuatnya rentan mengalami masalah kesehatan. Nah, pada kakek dan nenek terdapat berbagai masalah kesehatan yang biasa mereka alami.

Mengutip data World Health Organization (WHO), dr Maria Eka Dana SpKFR mengatakan prevalensi disabilitas tertinggi terjadi pada usia lanjut. Sebanyak 55,9 persen penyandang disabilitas berumur di atas 75 tahun.

"Lebih dari 50 persen penyandang disabilitas ini berusia lanjut yang diartikan berusia di atas 60 tahun. Seiring bertambahnya usia, akan terjadi juga perubahan fisiologis dalam tubuh dan meningkatkan risiko masalah. Masalah tersebut dikenal dengan 14i," ucap dokter yang akrab disapa dr Dana ini.

"Pertama immboilization, di mana pasien tidak bisa bergerak atau pindah tempat jadi hanya bisa berbaring aja atau beraktivitas di area tempat tidur. Kedua incontinence atau ngompol tapi bukan hanya buang air kecil tapi kadang buang air besar. Nah itu kontrolnya sudah terganggu, yang ketiga instability and falls. Mungkin karena dia ngompol tadi pasien bisa kepeleset atau karena (masalah) penglihatannya," sambung dr Dana.

Hal tersebut ia sampaikan dalam seminar kesehatan 'Hari Disabilitas Internasional 2016' di Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016). Lebih lanjut, dr Dana mengatakan masalah lainnya adalah intellectual disorders atau pikun yang biasa dialami seiring bertambahnya usia.

Masalah lainnya adalah infection atau infeksi. dr Dana mengatakan kasus infeksi yang sering terjadi pada pasien lansia adalah infeksi paru-paru karena pasien telalu sering berbaring.

Baca juga: Sudahkah Memprioritaskan Penyandang Disabilitas?

Masalah lainnya yakni impaired vision and hearing atau gangguan pengelihatan dan pendengaran. Lalu, impaction yaitu komplikasi atau susah buang air besar. Kondisi ini bisa terjadi karena lansia terlalu banyak beraring sehingga kurang bergerak.

Atau, bisa juga akibat giginya sudah tidak lengkap sehingga makanan yang dikonsumsi hanya makanan lunak, kemudian lansia kurang mengasup serat. Masalah yang dialami pasien lansia juga tak lepas dari peran keluarga.

dr Dana yang juga praktik di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading ini mengatakan karena umumnya anak-anak pasien sudah berkeluarga, maka pasien tinggal sendiri. Dampaknya, si pasien bisa depresi atau mengisolasi diri dan ini disebut isolation. Masalah lain yang dialami lansia inanition atau malnutrisi.

"Ini bisa terjadi karena giginya mungkin nggak lengkap ya jadi makanan yang dikonsumsi terbatas. Dan juga karena kesehatan menurun, biaya hidup jadi meningkat maka terjadi kemiskinan atau impecunity," imbuh dr Dana.

Selain itu, lansia juga bisa mengalami latrogenesis karena konsumsi obat-obatan yang berlebihan. Lalu, insomnia atau sulit tudur karena aktivitas yang berkurang sehingga pasien tidak terlalu lelah, dan terakhir penurunan daya tahan tubuh atau immune deficiency, serta impotence atau impotensi.

Dikutip dari buku Experience Human Development, psikolog perkembangan Paul B. Baltes mengatakan lansia yang terus beraktivitas akan hidup lebih bahagia. Misalnya, dengan berkumpul dengan keluarga, bermain dengan para cucu, berkebun, atau mengunjungi teman lama. Tak hanya itu, mereka yang aktif dipastikan akan berumur lebih panjang dan tubuh cenderung berfungsi dengan lebih baik.

"Sebaiknya lansia memilih aktivitas yang mereka sukai. Lalu, mengoptimalkan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan hal tersebut. Jika lansia memiliki masalah, sebaiknya didiskusikan dengan anggota keluarga," kata Baltes dalam bukunya.

Baca juga: Ini Sebabnya Flu Semakin Mematikan Bagi Lansia(rdn/vit)

Related Posts :

0 Response to "Yuk Kenali, Berbagai Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Nenek dan Kakek"

Posting Komentar