Pasar Kini Disasar untuk Tekan Kasus Kanker Serviks

Jakarta, Dalam upaya menekan peningkatan kasus kanker serviks, upaya jemput bola untuk deteksi dini dilakukan. Salah satunya dengan menyasar pasar-pasar saat menggelar deteksi dini kanker serviks.

Adalah BPJS Kesehatan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang melakukan optimalisasi program deteksi dini kanker serviks. Pasar sengaja disasar karena memang banyak ibu-ibu yang pergi ke pasar.

"Ibu Negara memberikan arahan bahwa pemeriksaan di komunitas pasar adalah upaya jemput bola agar semakin banyak ibu-ibu yang mendapatkan kesempatan diperiksa tanpa harus meninggalkan pekerjaannya," ujar Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya A Rusady, dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Alasan Mengapa HPV Lebih Mudah Menyerang Wanita Dibanding Pria

Dikatakan Maya, pada 1 Desember 2016 kemarin, Ibu Negara Iriana Jokowi turut pergi ke Pasar Lubuk Biaya Kota Padang untuk meninjau pelaksanaan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. "Bila dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat peserta JKN-KIS yang positif kanker serviks, maka ia dapat menjalani perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan juga di komunitas pasar di Medan dan Klaten. Ini merupakan program untuk meningkatkan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015 - 2019.

Sementara itu berdasar kepesertaan BPJS Kesehatan, secara nasional sejak Januari hingga Juni 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp 33,42 miliar. Sedangkan di tingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar Rp 51,33 miliar.

Baca juga: Dokter: Kanker Serviks Tak Bergejala, Cuma Ketahuan Kalau Diperiksa

(vit/up)

Related Posts :

0 Response to "Pasar Kini Disasar untuk Tekan Kasus Kanker Serviks"

Posting Komentar