Pakar diabetes dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Olivia Cicilia, SpPD menjelaskan bahwa diabetes merusak fungsi ereksi melalui dua cara yakni secara neurologis dan vaskular. Secara neurologis berarti merusak saraf-saraf seksual, sedangkan secara vaskular berarti merusak pembuluh darah di organ seksual.
"Biasanya setelah 10 tahun baru ada gangguan ereksi. Kalau diabetes di bawah 5 tahun, biasanya belum ada," kata dr Olivia dalam seminar Eyes on Diabetes di Cimandiri One, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).
Kerusakan secara vaskular, menurut dr Olivia lebih mudah untuk diatasi. Adanya penyumbatan pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tinggi terjadi lebih cepat dibandingkan kerusakan neurologis.
"Kalau sudah kena saraf, lebih lama dan lebih sulit untuk dikoreksi," jelasnya.
Baca juga: Hati-hati, Diabetes Punya 'Saudara Kembar' yang Sama Bahayanya
Komplikasi diabetes biasanya muncul akibat terlambat terdeteksi, sehingga peningkatan gula darah tidak terkontrol. Selain memicu disfungsi ereksi pada laki-laki, komplikasi juga bisa menyerang ginjal dan memicu luka kaki diabetes yang kerap berujung pada amputasi.
"Pasien diabetes seringkali datang dalam kondisi sudah telanjur berat sehingga hasilnya kurang bagus," kata dr Gitalisa Andayani Adriono,SpM, pakar retinopati diabetik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Baca juga: 10 Fakta Tentang Diabetes yang Perlu Diketahui (up/vit)
0 Response to "Disfungsi Ereksi Akibat Kencing Manis, Bisakah Dipulihkan Lagi?"
Posting Komentar