Peneliti sekaligus penulis buku Blake Smith dan Dr Karen Stollznow dalam program online mereka, MonsterTalk, mengatakan ada beberapa sifat tubuh yang memang diketahui bisa memicu fenomena 'gaib' tersebut.
Baca juga: Ini Dampaknya Kalau Suka Bilang 'Awas Ada hantu' pada Anak
Contoh yang paling populer adalah sleep paralysis atau yang biasa disebut ketindihan oleh masyarakat Indonesia. Saat itu tubuh dalam keadaan tidur namun karena suatu sebab otak justru aktif sadar sehingga terjadi ketidakseimbangan indra yang membuat sensasi mengerikan. Orang-orang sering melaporkan melihat sosok serba hitam saat ketindihan yang sebetulnya adalah halusinasi.
"Sleep paralysis dapat menjadi pengalaman yang sangat-sangat menakutkan mendorong Anda untuk benar-benar percaya bahwa ada hantu yang mengganggu," kata Smith kepada Fox News dan dikutip Senin (24/10/2016).
Meski sleep paralysis bisa dialami siapa saja ada juga kemungkinan penyebab lain dari fenomena melihat hantu yang lebih serius yaitu penyakit. Epilepsi, gangguan mental, atau demam dengan suhu tinggi semua diketahui dapat memicu halusinasi.
"Halusinasi bisa terjadi bahkan bila obat untuk penghilang sakitnya dicampur dengan alkohol atau obat lain. Sebagai contoh mencampur Percocet dan NyQuil," kata Stollznow.
Keracunan gas karbon monoksida yang membuat suplai oksigen ke otak menipis disebut bisa juga jadi pemicu ilusi hantu ini.
Oleh sebab itu Smith dan Stollznow mengatakan kebanyakan orang yang mengaku melihat hantu itu sebetulnya berhalusinasi namun tak tahu penyebabnya.
Baca juga: Wah, Ilmuwan Swis Berhasil Jelaskan Sensasi Kehadiran Hantu(fds/up)
0 Response to "Melihat Bayangan dan Mendengar Suara Aneh, Benarkah Itu Hantu?"
Posting Komentar